Senin, 30 April 2012

Mak Recok, MEMILIH MAKANAN

Setelah galau makan tumis Umnocharis flava, maka merenunglah aku,
Akan masak apa kita hari ini?
            Mestinya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita memenuhi syarat: Bergizi, Hygienis, mudah mengolahnya, murah, meriah.  Coba kita lihat daftarnya:

1. Tahu, ikan asin,  murah meriah tapi bahaya formalin mengintai.
2. Ikan laut? Mengingat distribusinya yang tradisional, ada resiko pembusukan, jadi mereka menggunakan formali untuk mengawetkannya.
3. Buah-buahan, ada resiko residu insektisida, residu pengawet, suntikan pemanis.
4. Wortel terlapisi pelapis ‘lilin’
5. bahkan ketuncar pun yang nampak putih ternyata dicuci clorin. (ini bumbu apa sindroma wajah hatam?)
6. pisang berbedak karbid

Makanan siap saji?
Warteg? Dengan resiko MSG, makanan daur ulang?
KFC? Masih mau ambil resiko setelah kasus Monika yang terbukti terkontaminasi Salmonela sp dari ayam yang dikomsumsinya di KFC itu?
Jajanan dengan pemanis buatan, demi sedikit untung diraih?
Ayam goreng rasa KFC versi murah, bebas pajak yang harganya 4000an tapi berani ambil resiko karena ayam tiren?

Oh! Ayolah... kita ini diciptakan Tuhan di negeri Tropis, n memiliki kemampuan adaptasi terhadap segala sesuatu yang bersumber di tempatnya.
Kita ini teradaptasi dengan aneka mikroba...

Iya sih Tapi kita kan tetep harus mengurangi faktor kimia jahatnya yang melumuri kehidupan kita yang asli ini.


Minggu, 29 April 2012

MENU HARI INI: TUMIS Umnocharis flava Mak Recok



Waktu melihat warnanya hijau saja, aku sudah membayangkan rasanya... sssrrppphhh... sepintas aku tak dapat menghianati nafsu herbiforaku. Dan kini setelah memasaknya sepenuh hati, untuk semua orang yang kucintai di rumah ini, lalu melahapnya, seolah kau telah sekian abad tak menemukan makanan jenis ini, tumis Umnocharis flava, barulah seputar kepalaku ribut bicara:

Umnocharis flava, adalah  Genjer! Makanan ledendaris yang tambah populeritasanya saat  jaman PKI lewat lagu Genjer-genjer nang gedongan, yang membangkitkan aroma angker di era 80-an lewat film wajib tonton di setiap ‘ulang tahun’ G-30 S PKI, dan kini, genjer itu menyusup kedalam pikiranku, setelah dia merayapi pencernaanku dengan kenikmatan syurga.

Kau tahu apa yang menggangu pikiranku?
‘bagaimana jika genjer ini mengandung logam?’
Mengingat dia itu salah satu tanaman yang dianugrahkan Tuhan dengan kemampuannya sebagai Biofilter?

Bayangkan, yang baru aku tumis penuh perasaan, dan aku nikmati ini adalah ‘benda berbahaya’ yang mungkin sifatnya akumulatif dalam tubuhku. Untungnya aku bukan dalam fase menyusui, yang dapat mentransfer polutan itu.

Hanya seikat Umnocharis flava, tapi siapa yang mengira, dampak polusi mungkin saja mengotori tubuh ini, dan mengkontaminasi mental secara lebay.

Karena setelahnya, perasaan galau datang menerpa.