Rabu, 17 September 2008

GAYA REMAJA 80-AN DAN IMPLIKASI KEHIDUPAN SOSIALNYA

 

Seragam sekolah dari jaman dahulu rupanya telah menjadi penanda sebuah era dengan tampilannya. Celana begy, seragam longgar, lengan longgar dilinting hingga kita bisa mengintip garis bra dari bawah ketiak siswi (tentu saja yang pakai bra ini siswi bukan siswa), dan sesekali dapat gambaran profile sedikit lengkap bila kita sedang beruntung.

Group band pop yang mendapat kehormatan menjadi trend center di 80-an, Duran-Duran.

 

Kalo diperhatikan, gaya  Duran-duran ini menjadi lebih masuk akal dan diterima,  dibanding bila kita mau njiplak Boy George atau Cindy louper, yang juga bersaing ketat di tangga lagu radio setiap minggu, bersama dengan Whan, Aha NKOTB.

 

Jadilah seragam SMAnya seperti ini: celana beggy dengan sepatu kanvas diinjek, dan poni –serempet jebret- dan kuciran sisa potongan rambut pasti yang dimaksud adalah gaya John Taylor (gitaris Duran-Duran). Diperkuat dengan kehadiran sastrawan, Hilman, dengan penokohan John 'Lupus' Taylor yang begitu kuat, lengkap dengan tas bertali panjang yang tergantung sampai betis.

 

Para siswinya terlalu memaksakan diri dengan atanan rambut serupa surai singa. Yang setiap kali menuntut dirol, gulung, agar surainya berubah menjadi model dadar gulung.

Kalian percaya, bahwa untuk menjaga keajegan dadar gulung ini diperlukan intensitas menyisir yang sering. Seorang siswi AFS dari Australia sampai bingung, bengong dan takjub memperhatikan kelakuan siswi pemuja dadar gulung ini. Maklum, berbeda dengan tradisi bule, yang cuek bebek dalam urusan sisir-sisiran.

 

Gaya & pemujanya sepertinya santai saja dengan tata tertib sekolah yang mengharusnya seorang pelajar dengan sepatu warior hitam, berkaos kaki putih, bercelana standard, berseragam rapih.

 

Kehidupan pelajar dibagi atas beberapa golongan. Antara bergaya, bermerk, dan para kaum tak tergoyahkan oleh mode, kaum biasa. Sialnya keadaan ini menjadi alasan bagi legalitas aktivitas gencet-gencetan di antara senior dan junior. Percaya nggak, gaya gencetnya kurang lebih sama dengan gang Nero yang menghebohkan dunia pendidikan nasional itu.

 

Melihat fenomena ini sebenarnya ada bedanya ngga seeh dengan keadaan remaja kini dengan seragam sekolahnya itu?

 

 

 

 

 

Posting Komentar