Di jaman ini, siapa yang tak mengenal syal? Atau skarft? Selembar kain segi empat yang menambah aksen seseorang dalam berbusana. Berikut ini adalah arti kehadirannya dalam penampilan seseorang:
1. Anda dapat melihatnya, kehadirannya yang bercorak, akan mempermanis baju kantoran yang modelnya jenuh dengan warna jenuh. Tapi jelas sekali syal ‘centil tak pernah dianjurkan dipakai pada era madam Mao istri mendiang Mao Zedong. Sekalipun dia seorang mantan artis, tapi tetap saja dia memikul tanggung jawab moral sebagai motor utama revolusi kebudayaan China.
2. Syal dapat dipakai di bagian kepala, dikerudung-ikatkan ala GYpsi. Mungkin bila dipadupadan dengan rok lebar, dan blouse berleher lebar, hingga mengobral tali Bramu, kau akan nampak semacam gadis Gypsi betulan. Tapi bila kau padu padan dengan jins dan kemeja flanel, pasti nampak sebagai gadis cowboy.
3. Syal dapat digunakan untuk bagian atas tubuhmu, atau bagian bawah tubuhmu saat kau merasa memakai bikini ‘saja’ terasa vulgar.
4. Syal bisa digukan juga untuk menambah aksen dengan mengikat topi bertepi lebar, agar topi tsb tidak mudah diterbangkan angin.
5. Dalam keadaan darurat, Syal dapat digunakan untuk semapur. Disaat kau tidak dapat melakukan hubungan jarak jauh karena sebab tertentu (habis pulsa, listrik mati).
6. Syal juga dapat digunakan untuk membalut luka dalam keadaan darurat.
7. Dalam keadaan kepepet lain, saat kau lupa membawa saputangan, dan tidak ada tissue karena keberhasilan kampanye gaya hidup ‘go green’, dan kau sedang pilek, hingga tak dapat menahan bersin dan keluarannya yang berupa cairan kimia yang meler. Diama senyawa ini menggantung, jatuh tidak, masuk lagipun ogah, kau bisa mengenakan syalmu sebagai ganti saputanganmu.
Ada ide lain, selembar syal bisa kita gunakan untuk apa lagi?
Sabtu, 17 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
UNIVERSITAS KEHIDUPAN
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau belajar tentang keikhlasan
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan
Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan .
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.
Ketika kau harus membayar biaya yangsebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar kemurahhatian.
Tetap semangat.
Tetap Sabar.
Tersenyum
Terus belajar
Karena kau sedang menimba ilmu di Universitas kehidupan.
*SMS dari Pakde pagi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)